Ketahui jenis wadah microwave yang aman digunakan untuk memanaskan makanan serta bahan yang sebaiknya dihindari agar tetap aman.
Microwave telah menjadi salah satu peralatan dapur yang banyak digunakan karena mampu memanaskan makanan dengan cepat dan praktis. Anda cukup memasukkan makanan yang telah disimpan dan ingin dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi, dan Anda dapat menghemat banyak waktu.
Tapi sudah tahukah Anda, bahwa tidak semua wadah aman digunakan di dalam microwave?
Menggunakan wadah yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari wadah meleleh, makanan terkontaminasi zat tertentu, hingga risiko percikan api yang dapat merusak microwave. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis wadah microwave yang aman sebelum memanaskan makanan.
Apa saja wadah yang dapat digunakan di microwave? Dan bahan apa saja yang sebaiknya dihindari? Simak panduan lengkapnya.
Microwave bekerja dengan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang memanaskan molekul air dalam makanan. Karena mekanisme kerjanya berbeda dengan kompor atau oven konvensional, tidak semua material dapat merespons panas microwave dengan aman.
Pemilihan wadah yang tepat dapat membantu menjaga keamanan makanan dan mengurangi risiko kebakaran atau percikan api. Salah-salah memilih, wadah yang Anda gunakan dapat meleleh dan makanan yang ingin dipanaskan tentu tidak layak lagi dimakan.
Sebelum membahas jenis wadahnya, kenali terlebih dahulu beberapa ciri wadah yang aman digunakan di microwave. Biasanya wadah microwave memiliki:
Label "Microwave Safe";
Simbol gambar microwave pada bagian bawah wadah;
Material tahan panas;
Tidak mengandung logam;
Tidak mudah berubah bentuk saat terkena panas.
Jika tidak menemukan label tersebut, sebaiknya periksa spesifikasi produk wadah sebelum digunakan.
Sumber: potret wadah makanan (Unsplash.com/Kim Deachul)
Berikut beberapa jenis wadah yang umumnya aman digunakan di dalam microwave.
Kaca merupakan salah satu material terbaik untuk digunakan di microwave. Tak hanya tahan terhadap suhu tinggi, wadah yang terbuat dari kaca juga tidak melepaskan zat kimia ke makanan.
Wadah berbahan kaca tahan sangatlah cocok untuk memanaskan makanan dan menyimpan makanan sebelum dipanaskan kembali. Pastikan wadah kaca yang Anda beli adalah kaca tahan panas dan bukan kaca dekoratif biasa.
Keramik juga termasuk material yang umum digunakan sebagai wadah microwave. Mirip dengan wadah kaca, wadah yang terbuat dari keramik juga tahan panas dan stabil saat dipanaskan.
Yang perlu Anda hindari dari wadah keramik ialah jika wadah tersebut memiliki hiasan logam, lapisan emas/perak, dan memiliki retakan. Karena adanya elemen lain seperti logam pada wadah dapat memicu percikan api di dalam microwave.
Beberapa wadah plastik dirancang khusus untuk penggunaan microwave. Biasanya, terdapat label ‘Microwave-Safe’, ‘BPA Free’, atau ‘Food Grade’.
Jenis wadah ini cocok digunakan untuk menyimpan bekal dan memanaskannya dengan ringkas. Meski demikian, tetap hindari penggunaan suhu terlalu tinggi dalam waktu yang sangat lama.
Silikon food grade semakin populer sebagai wadah untuk memasak dan memanaskan makanan. Tak hanya fleksibel, mudah disimpan, dan ringan, wadah silikon juga tahan panas.
Silikon yang berkualitas baik dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan memasak di microwave.
Ada beberapa jenis kertas aman digunakan dalam microwave, seperti: kertas roti, tisu dapur tanpa lapisan logam, dan paper plate dengan label microwave-safe. Biasanya, wadah jenis ini digunakan untuk menutup makanan, menyerap minyak berlebih, dan memanaskan makanan dalam waktu yang sangat singkat.
Selain mengetahui wadah yang aman, penting juga memahami material yang harus dihindari.
Logam merupakan material yang paling tidak disarankan untuk microwave.
Contohnya:
Panci aluminium.
Wadah stainless steel.
Sendok logam.
Garpu.
Aluminium foil.
Logam dapat memantulkan gelombang microwave dan menimbulkan percikan api.
Tidak semua plastik aman digunakan untuk pemanasan.
Contohnya:
Wadah makanan sekali pakai.
Gelas plastik tipis.
Kemasan makanan tertentu.
Saat dipanaskan, beberapa jenis plastik dapat:
Meleleh.
Berubah bentuk.
Melepaskan zat yang tidak diinginkan ke makanan.
Styrofoam merupakan salah satu wadah yang paling sering digunakan untuk makanan siap saji.
Namun, material ini tidak disarankan untuk microwave karena:
Mudah rusak saat dipanaskan.
Berpotensi melepaskan bahan kimia ke makanan.
Tidak tahan suhu tinggi.
Beberapa piring atau mangkuk memiliki aksen emas atau perak pada bagian tepinya.
Meski terlihat menarik, wadah seperti ini tidak aman untuk microwave karena dapat menyebabkan percikan api.
Tidak semua kaca aman untuk microwave.
Beberapa jenis kaca dekoratif dapat retak atau pecah akibat perubahan suhu yang cepat.
Selain memilih wadah yang tepat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Saat makanan dipanaskan, uap akan terbentuk di dalam wadah. Dan jika tertutup rapat, tutup bisa terbuka mendadak dan makanan pun menjadi tumpah.
Gunakan penutup khusus microwave yang memiliki ventilasi.
Meskipun wadah aman digunakan, pemanasan berlebihan dapat membuat suhu wadah menjadi sangat panas.
Jangan gunakan wadah yang retak, pecah, berubah bentuk, atau yang sudah mengalami kerusakan akibat panas.
Wadah yang baru keluar dari microwave dapat menjadi sangat panas meskipun materialnya aman digunakan.
Selain memilih wadah yang aman untuk microwave, menggunakan microwave dengan fitur yang tepat juga dapat membantu proses memanaskan makanan menjadi lebih praktis dan optimal.
Microwave Oven 25 L Inverter dari Toshiba dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan memasak sehari-hari, mulai dari menghangatkan makanan, mencairkan bahan makanan beku, hingga memasak menu sederhana dengan pengaturan yang mudah.
Microwave dari Toshiba ini memiliki beberapa fitur unggulan seperti kapasitas 25 liter dengan desain compact, 11 Power Level yang memungkingkan Anda untuk mengatur tingkat daya sesuai dengan jenis wadah yang digunakan, hingga Origin Inverter Technology yang membantu mendistribusikan panas yang lebih stabil dan merata agar makanan Anda dapat panas secara konsisten.
Dengan kombinasi fitur-fitur tersebut, Microwave Membrane Control Toshiba menjadi pilihan yang tepat untuk mendukung penggunaan wadah microwave yang aman sekaligus memberikan pengalaman memasak dan memanaskan makanan yang lebih praktis, efisien, dan nyaman setiap hari.
Memilih wadah microwave yang tepat merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan makanan sekaligus melindungi perangkat microwave dari kerusakan.
Beberapa material yang umumnya aman digunakan meliputi kaca tahan panas, keramik tanpa elemen logam, plastik berlabel microwave-safe, silikon food grade, dan kertas khusus microwave. Sebaliknya, logam, styrofoam, serta plastik yang tidak dirancang untuk pemanasan sebaiknya dihindari.
Dengan memahami jenis wadah yang aman dan menerapkan penggunaan yang benar, Anda dapat memanfaatkan microwave secara lebih optimal untuk berbagai kebutuhan memasak sehari-hari.
Baca juga:
Wadah berbahan kaca tahan panas, keramik microwave safe, plastik microwave safe, silikon food grade, dan beberapa jenis kertas khusus microwave umumnya aman digunakan.
Tidak. Hanya plastik yang memiliki label microwave safe yang aman digunakan untuk memanaskan makanan.
Ya, selama menggunakan kaca tahan panas yang memang dirancang untuk penggunaan microwave.
Logam dapat memantulkan gelombang microwave dan menimbulkan percikan api yang berpotensi merusak perangkat.
Tidak disarankan karena styrofoam dapat rusak akibat panas dan berpotensi melepaskan zat tertentu ke makanan.
Periksa label "Microwave Safe" atau simbol microwave yang biasanya terdapat pada bagian bawah wadah.